Selasa, 20 September 2011

Surat Tiga Tahun Lalu


Kau hanya terdiam dalam pagi

kaku, bagai daun tak tersapa embun

kau baca lagi surat tiga tahun lalu

dari seorang lelaki yang mencintaimu dengan hati


Surat itu masih harum, tak berubah

meski terkikis hujan dan ditemani rayap

surat yang tertumpuk antara buku-buku lama

dan album foto usang pernikahanmu

dengan lelaki yang pergi tanpa pesan

membiarkanmu sendiri dengan bayi berumur satu tahun


dalam-dalam matamu, dapat tertangkap harapan

semoga lelaki tiga tahun lalu datang menyinggahimu

menjadi cahaya jiwa dan penyeka air mata


Juli 2011

0 komentar:

Posting Komentar

 
;