Selasa, 20 September 2011

Perempuan Sasak


Dia berjalan masih mengenakan kebaya

berwarna putih dan bermotif bunga-bunga

dengan langkah-langkah kecil layaknya perempuan

terkadang tersenyum tatkala berpapasan

dia adalah perempuan sasak satu-satunya


dia adalah senjata saat bumi masih terjajah

dia adalah sebuah batu saat yang lain terkikis

bahkan terbuang dan bercampur aroma modern

tanpa make-up dan rambut panjang kian terurai

dengan sarung cantik melingkar dipinggangnya

dia adalah perempuan sasak satu-satunya


ditengah bangunan tinggi, dia masih berjalan menunduk

tanpa memamerkan paha atau membusungkan dadanya

tanpa peduli ribuan omongan masuk ditelinga

ia tetap berjalan membawa sekeranjang buah

yang akan dijual pagi-pagi bersama Ibu dan adiknya

dia adalah perempuan sasak satu-satunya

0 komentar:

Posting Komentar

 
;