Selasa, 20 September 2011

Sahur dan Ibu


ketika pagi masih lengang

hanya terdengar suara dari speaker mesjid

sahur... sahur...sahur

seorang ibu terbangun dan memasuki dapur

dengan sarung lusuh yang tujuh tahun lalu

dibeli di pasar lama, sebelum dipindah ke terminal

pasar dimana bapak biasa berdagang setiap paginya

pasar yang juga memaksanya untuk jadi penganggur


kali ini ia memasak tempe dan tahu

membuat secobek sambel dengan aroma khasnya

walau mata masih ngantuk ia tak pernah mengeluh

seperti saat mendongeng anaknya ketika masih balita

tentang si kancil dan buaya yang berulang ia ceritakan


disaat semua telah terhidang ia mulai membangunkan

mulai dari suami yang sudah dua puluh sembilan tahun lalu bersamanya

kemudian anak-anaknya yang masih bermain dalam mimpi

ia tak pernah meminta anaknya untuk mencuci piring terlebih dahulu

atau menghangatkan sayur bayam sisa makan semalam

ia hanya berkata, makanlah sambil tersenyum kecil

surga terasa dekat dan menggantung dimatanya


makanan harus disantap pagi ini, makanan yang kita sepakati

harus mengakhirinya sebelum adzan subuh menggema

0 komentar:

Posting Komentar

 
;