Senin, 11 Juli 2011

Dua Buah Surat Bunuh Diri dari Dua Perempuan Malang


Surat Pertama,

maaf ayah maaf ibu
suara terlalu berat tuk diucap
biarlah surat ini jadi penjawab
mungkin hari ini kalian menangis bahkan mengutuk
tapi derita harus segera ditutup
ini adalah hidup dan aku tak sanggup
lihatlah betapa sehari-hari jantungku berdegup
dan hari ini sebuah cerita harus berakhir lembut
ketika sore dipemakaman, biarkan ibu guru ku berlutut
menyesali atau memuji dirinya
yang begitu kejam menghina dan memaki
tatkala uang SPP tak mampu ku lunasi
dan cicilan sumbangan perpisahan tak pernah kupenuhi
begitu berat jalan hidup ini bapak, Ibu
maaf aku harus pergi meninggalkan kalian terlebih dulu



Surat Kedua,

kemana lelaki itu pergi, hanya ini pertanyaan yang kutitip
sekian rindu berlalu dan ia tak jua datang
saat kehamilan menyerang dan batin dihujat ribuan mulut
ia pergi dengan wanita yang baru sebulan ia kenal
mendaki malam dan mewarnai siang tanpa peduli deritaku
sampaikan pada lelaki itu
kupilih ini bukan untuk menangisi atau menyesalinya
namun karena hidup tak mampu lagi untuk ku raba
hidup tak mampu lagi untuk ku bahas
dan hidup tak mampu lagi untuk ku bercerita

(Inspired by : Berita Pagi di Trans TV)

0 komentar:

Posting Komentar

 
;