Minggu, 18 Desember 2011

TENTANG AIRA


1) Lautku Sayang

Dari mana mengenal laut

Airnya biru bersimbah peluh

Kita sesekali menjamah asalnya

Sesekali semakin mengeruk hasilnya

Laut ini berasal dari darah

Darah pergulatan manusia

Tentang Aira, yang menjaga laut

Tentang sarung lembutnya yang basah

Menjaga laut semesta dan isinya

Sampai musim terlalu musim

Dan dedaunan semakin gugur

Mukanya polos, hatinya bening

Bercampur sampah menjadi keruh

2) Lagu Lama

“Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya”

Lagu lama itu terdengar dari radio

Kau memandang aku memandang

Kita terbias, kau sudah dewasa

Tak lagi jadi boneka lucu

Dadamu busung hidungmu mancung

Berbeda dari waktu dulu kau sering menangis

Sesekali aku bertanya, lihatlah Aira,

Jari-jemari tanganku ada berapa?

Kau tersenyum karena jawabmu sudah kuduga

Kau hafal tanpa perlu berucap

Lantas, apakah kau masih tau

Berapa kali detak jantungku berdenyut setiap detiknya

Kau tak mampu menjawab seperti tempo dulu,

Karena aku pun tau detak kita memcau sekencang-kencangnya

Sampai kita tak bisa menghitung,

Yah, semuanya dikarenakan cinta

3) Perasaan Berkabut

Lirih gemuruh runtuh di kotaku

Pepohonan tumbang dan sajak mulai mati

Ia gagu, tak berbicara sepatah kata

Gadis kecil itu bernama Aira.

Bias kuterka namanya dari gerak jemarinya

Atau dari bibirnya yang mulai kering,

Kemana Ibu yang kemarin menyusuiku?

Ia berkata sepuluh kali tanpa henti

Dan berjalan memegang boneka kucing

Berwarna ungu’

Rambutnya kering

Ibunya mulai menghilang ditelan reruntuhan

Termakan air dan tercabik dalam biru

Aku diam termangu

4) Ruang Dendam

Pada sekelumit dendam

Gadis itu tumbuh dewasa

Pada darah yang lupa tersapu ombak

Pada gunung yang meluap ganas

Ia gadis penunggu, aku seorang pemuja

Lewat sesajen dan dupa

Padamkan segala amarah

Lupakan segenggam dendam

Rangkul dan gendonglah dia

Namun wajahmu terlampau asing

Kau menyeruak meronta-ronta

Sekelumit dendam kian kau bawa

Aira. Ada surga ada neraka

Kau tinggal berjalan dan memilih yang mana

5) Sekilas Pundak

Maka, lampu kian memudar warna

Lilin tak jua menyalakan bara

Kau menggenggam sebuah dilema

Pada sebuah pundak

Aku menitip rindu amarah

Pada sekilas pundak

Kau akan pergi dalam malam

Aku lupa memberimu sebuah nama

Maka kulekatkan sebuah tulisan dalam pita

Ketempel erat di sebelah kiri jantungmu

Aira, nama itu akan kau bawa

Terus kau bawa sampai menemukan surga

6) Berbulan Duka

Ada gumpalan air mata di sela tawamu

Warna merah di pipi kian merona

Aku tak bisa menduga

Kau terharu atau bahagia

Lelaki itu erat memegang namamu

Aira. Kala api telah kau genggam

Air pun akan kau kantongi

Lautan menjadi biru, pepohonan tumbuh haru

Gunung-gunung senyum melambai

Nikahilah dia. Jangan fikirkan aku

Sebab berbulan duka

Atau berabad tangis

Aku akan menahan tak kan menyesali

7) Di Ujung Nopember

Ujung Nopember, ‘you will be the dead of me’

Kematian, ruang kosong tanpa udara

Mendekap langit tanpa cahaya

Gemulai hujan memudarkan rupa

Kau tak kukenali sebagai perempuan

Tak kukenali pula sebagai Ibu

Tak pula kubaca gerak bibirmu

Aku hampa kau tinggal tiada

Aira, aku rindu rupa

8) Pada Musim yang Musim

Pada musim yang terlalu musim

Pada rindu yang terlalu rindu

Aku memandang langit dalam malam

Merangkai-rangkai senyummu diantara bintang

Melukis-lukis wajahmu dihening malam

Sesekali berpejam menyebut namamu

Aira. Kita sudah tak bisa bercinta

Kita sudah tak bisa merangkul selangkah

Kau kian menjauh arah

Jauh. Tak bisa kutangkap

Dan sulit kudekap

9) Menderu Biru

Baiknya kau putar ulang langkahmu

Berkali aku mengingatkan itu

Bismillah seratus kali

Kukemas barang dalam lemari

Namun di atas ranjang, kau mulai berbaring

telanjang

Sedang pintu lama kututup

Jendala rapat kututup

Angin apa yang membawamu

Kau hanya berbisik,

“Aku Aira. Jangan pergi

Aku enggan sendiri”

19 Desember 2011

2 komentar:

Joran desa mengatakan...

Inspirasi yg dlam,,,,
Trnyta susanti cukup hny mnjd sang penghuni,,,

Rifat Khan mengatakan...

hehhe penghuni yang menjelma nyata suatu ketika

Posting Komentar

 
;